Setelah beberapa hari berpuasa maka sikap “berpuasa” diharapkan kini menjadai behavior. Puasa yang pada tahap awal berlatih mengendalikan diri ( self control ) untuk mengakses basic needs, lambat laun mampu mengendalikan mental-spiritual secara keseluruhan. Kemampuan mengendalikan reaksi diri atas aksi berupa stimulus baik terhadap fisik ataupun psikis. Maka kemampuan pengendalian diri ini pada gilirannya akan menjadi pelindung diri dari prilaku yang tidak dibenarkan dalam makna takwa. Puasa itu bagaikan perisai (pelindung), maka apabila seseorang kamu berpuasa, jangan berkata kotor dan jangan berkata kasar. Jika seseorang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. Aku ini puasa.’ (Sahih Bukhari). Pedoman Pengendalian Diri "Ilmu tanpa Agama Buta, Agama Tanpa Ilmu Lumpuh" . Demikian ungkap Albert Einstein, seorang ilmuwan terbesar pada abad ke-20. Ilmu dan Agama merupakan pedoman pengendalikan diri, dan filsafat yang mendasa...
Comments
Post a Comment