Ramadhan "Mengontrol" Dampak Pilpres
Pilpres 2019 dibayangi terjadinya polarisasi dalam masyarakat. Perdebatan antar pendukung 2 kubu, dalam beberapa kelompok masyarakat sulit dihindari. Perdebatan di jagat maya, saling melontar kata-kata kasar, hingga kekersan verbal terjadi, aksi "pemutusan" pertemanan, walk out, dari grup medsos juga mengiringi suasana pilpres ini. Di alam nyata, tetangga yang beda pilihan, tidak lagi saling menyapa, bahkan pada beberapa media pemberitaan kita bisa baca tentang tejadinya perceraian pasutri karena beda pilihan capres. Inilah diantara dampak negtif, sebagai ekspresi kecewa, amarah, yang merupakan aksi-reaksi yang terjadi dalam mendukung capres pilihannya masing-masing.
Ramadhan 1440 H hadir dalam suasana "pesta politik" yang sedikit banyak berdampak menjangkitnya "penyakit hati" pada kelompok masyarakat tertentu. Ramadhan hadir menawarkan terapi kejiwaan dengan perangkat kontrol yang jelas. Allah SWT akan memberikan gelar "Muttaqin" (bertakwa) bagi mereka yang lulus uji ramadhan. Dan salah satu ciri lulus uji ramadhan "bertakwa" ialah mereka yang mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Dengan demikian kemampuan mengendalikan emosi (menahan amarah, memaafkan) adalah salah satu kontrol lulus uji ramadhan.
Waallhu'alam
Penulis: Emris
Referensi:
QS. Al
Baqoroh:183
“Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”
QS. Ali
Imran: 133-134
“...orang-orang yang bertakwa, (yaitu)... orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang...
Artikel Terkait

Comments
Post a Comment