Prisma Mendispersi Putihnya Benderaku



Beberapa referensi menulis makna merah bendera sebagai "berani" dan putih sebagai "suci". Dalam ilmu pengetahuan, putih merupakan hasil perpaduan "warna pelangi". Harmonisasi perpaduan dari aneka warna itu, kesan yang kita lihat kemudian sebagai warna putih. Pada konteks interaksi masyarakat satu bangsa, kondisi ini bisa juga dimaknai, bahwa putih adalah simbol kesucian yang melandasi suasana kebersamaan di atas keragaman. Lalu tumbuh kesadaran bersama untuk menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa.


Pesta Demokrasi dan Dispersi Warna

Pesta rakyat memilih pemimpin (eksekutif dan legislatif), dalam pelaksanaannya menimbulkan ekses dalam masyarakat. Seakan terjadi perpecahan oleh karena persaingan antar kelompok yang berkompetisi. Kompetisipun lalu diramaikan dengan fitnah, ujaran kebencian, hoaks, dst. diantara pendukung kelompok yang bersaing.


Warna putih mengalami dispersi, saat seberkas warna putih itu seakan menembus sebuah prisma dan mengalami pembiasan. Lalu warna putih pun terurai (dispersi) menjadi warna merah, hingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Kondisi ini (pesta demokrasi) ibarat sebuah prisma yang membiaskan warna putih "kebersamaan". Persatuan, persaudaran, terurai dan terkoyak menjadi kelompok-kelompok kepentingan politik dalam masyarakat.
  

Cakram Warna 

Newton menyusun warna pelangi pada sebuah cakram (disc) lalu ia putar. Pada kecepatan tertentu, aneka warna yg diputar itu, kini nampak sebagai warna putih. Bukan merah yang menampakan diri, bukan hijau lebih dominan, tidak pula biru menonjolkan diri. Semua kelompok seakan melebur, bersatu dalam harmoni menampilkan warna putih.
Lalu bagaimana memutihkan kembali kelompok kelompok warna yang telah terurai itu?



Pada gambar di atas sebuah cakram (disk) diberikan "warna pelangi".  Apa yang terjadi jika disk itu diputar? maka yang tampak adalah warna putih. Lihat video berikut.



Cakram warna di atas seakan menginspirasi, warna putih yang telah terurai (dispersi) karena adanya "pembiasan" lalu menjadi kelompok-kelompok warna, bisa di tata kembali dalam satu "wadah" duduk berdampingan, lalu dengan perputaran waktu aneka warna itu akan melebur dalam harmoni, menampilkan warna putih kembali. 

Identitas kelompok dalam masyarakat sudah saatnya tidak mendominasi kepentingan dalam kebersamaan sebagai sebuah bangsa. Kepentingan kelompok harus tunduk pada kesepakatan kita sebagai bangsa majemuk. Ketika kehendak terbanyak dianggap mewakili dan mencerminkan kehendak kita bersama, maka seluruh warga negara harus menghormatinya sebagai sebuah keputusan bersama.

Kini warna pelangi itu, melebur, bersatu dalam harmoni menampilkan warna putih. Merah putih kembali berkibar dengan gagahnya. Lalu seluruh rakyat di penjuru negeri mengangkat tangan sebagai penghormatan pada simbol kesatuan sebuah negara, yangg di atasnya telah didahului oleh perjuangan para pendiri bangsa yang dengan keberanian rela menumpahkan darah, mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan.
 ____________

Comments