Perzinaan
Perzinaan
1. Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri
maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah.
(HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)
2. Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku tidak
sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi
(yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini,
telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang
miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang
sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim)
3. Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan
dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya
mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan
keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhasrat dan berharap.
Semua itu dibenarkan (direalisir atau diwujudkan) oleh kelamin atau
digagalkannya. (HR. Bukhari)
4. Perzinaan mengakibatkan kemiskinan. (HR. Al-Baihaqi
dan Asysyihaab)
5. Perbuatan lesbian di antara kaum wanita adalah
perzinaan. (HR. Ath-Thabrani)
Riya dan Nifak
1. Riya menyia-nyiakan amal sebagaimana syirik
menyia-nyiakannya. (HR. Ar-Rabii’)
2. Yang paling aku takuti atas kamu sesudah aku tiada
ialah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
3. Tidak akan tiba hari kiamat sampai penguasa-penguasa
tiap umat ialah orang-orang yang munafik. (HR. Ar-Rabii’)
4. Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil. (HR. Ahmad
dan Al Hakim)
5. Seburuk-buruk manusia ialah orang yang mempunyai dua
muka, mendatangi kelompok ini dengan wajah yang satu dan mendatangi kelompok
lain dengan wajahnya yang lain. (Mutafaq’alaih)
6. Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan
orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian
dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik ada tiga tanda yakni apabila
berbicara bohong, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia
berkhianat. (HR. Ibnu Babawih).
7. Paling banyak orang munafik dari umatku ialah yang
pandai bacaannya. (HR. Bukhari)
8. Menyukai sanjungan dan pujian membuat orang buta dan
tuli. (HR. Ad-Dailami).
9. Bila kamu melihat orang-orang yang sedang memuji-muji
dan menyanjung-nyanjung maka taburkanlah pasir ke wajah-wajah mereka. (HR.
Ahmad)
Ujian dan Cobaan
1. Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan
cobaan. Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah
menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan
barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)
2. Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih
dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa.
(HR. Bukhari)
3. Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada
Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan
cobaannya?” Nabi Saw menjawab, “Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai)
mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar
agamanya. Kalau agamnya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan
bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus
sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa. (HR. Bukhari)
4. Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka
dia diuji (dicoba dengan suatu musibah). (HR. Bukhari)
5. Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika
dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan
mencobanya agar dia mencapai derajat itu. (HR. Ath-Thabrani)
6. Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar
Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya). (HR. Al-Baihaqi)
7. Apabila Aku menguji hambaKu dengan membutakan kedua
matanya dan dia bersabar maka Aku ganti kedua matanya dengan surga. (HR. Ahmad)
8. Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan
(kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai pun duri yang
menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR.
Bukhari)
9. Seorang mukmin meskipun dia masuk ke dalam lobang
biawak, Allah akan menentukan baginya orang yang mengganggunya. (HR. Al
Bazzaar)
10. Tidak semestinya seorang muslim menghina dirinya.
Para sahabat bertanya, “Bagaimana menghina dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi
Saw menjawab, “Melibatkan diri dalam ujian dan cobaan yang dia tak tahan menderitanya.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)
11. Bukanlah dari (golongan) kami orang yang
menampar-nampar pipinya dan merobek-robek bajunya apalagi berdoa dengan doa-doa
jahiliyah. (HR. Bukhari)
Penjelasan:
Dilakukan pada saat kematian anggota keluarga pada jaman
jahiliyah.
12. Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah
sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke
luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang
kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti
emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah). (HR. Ath-Thabrani)
13. Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami
ujian dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian. (HR.
Abu Ya’la)
14. Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya
dalam rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia ridho dengan bagian yang
diterimanya maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberianNya. Kalau dia
tidak ridho dengan pemberianNya maka Allah tidak akan memberinya berkah. (HR.
Ahmad)
17. Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada
dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka
menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya. (HR. Ath-Thabrani)
15. Bencana yang paling payah ialah bila kamu membutuhkan
apa yang ada di tangan orang lain dan kamu ditolak (pemberiannya). (HR.
Ad-Dailami)
16. Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu
bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi
mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah.
(HR. Al-Baihaqi)
Amal Perbuatan
1. Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan
tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman. (HR. Ath-Thabrani)
2. Sesungguhnya jika Allah Ta’ala menghendaki kebaikan
bagi seorang hamba maka dia dikaryakannya. Para sahabat lalu bertanya tentang
sabda Nabi Saw tersebut, “Bagaimana dikaryakannya itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw
menjawab, “Diberinya taufiq untuk beramal sholeh sebelum wafatnya.” (Mashabih
Assunnah)
3. Barangsiapa melakukan amal perbuatan yang bukan atas
perintah kami maka itu tertolak. (HR. Muslim)
Penjelasan:
Yang dimaksud adalah amal perbuatan yang berhubungan
dengan pelaksanaan peribadatan.
4. Seorang yang melakukan perbuatan di dalam batu besar
yang tidak ada pintu maupun lubang anginnya, pasti akan diketahui manusia
apapun yang terjadi (mau tidak mau). (HR. Al Hakim)
5. Seorang melakukan amalan-amalan ahli surga sebagaimana
tampak bagi orang-orang tetapi sesungguhnya dia termasuk penghuni neraka, dan
seorang lagi melakukan amalan-amalan ahli neraka sebagaimana disaksikan
orang-orang tetapi sebenarnya dia tergolong penghuni surga. (HR. Bukhari)
6. Dunia dihuni empat ragam manusia. Pertama, seorang
hamba diberi Allah harta kekayaan dan ilmu pengetahuan lalu bertakwa kepada
Robbnya, menyantuni sanak-keluarganya dan melakukan apa yang diwajibkan Allah
atasnya maka dia berkedudukan paling mulia. Kedua, seorang yang diberi Allah
ilmu pengetahuan saja, tidak diberi harta, tetapi dia tetap berniat untuk
bersungguh-sungguh. Sebenarnya jika memperoleh harta dia juga akan berbuat
seperti yang dilakukan rekannya (kelompok yang pertama). Maka pahala mereka
berdua ini adalah (kelompok pertama dan kedua) sama. Ketiga, seorang hamba
diberi Allah harta kekayaan tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan. Dia
membelanjakan hartanya dengan berhamburan (foya-foya) tanpa ilmu
(kebijaksanaan). Ia juga tidak bertakwa kepada Allah, tidak menyantuni keluarga
dekatnya, dan tidak memperdulikan hak Allah. Maka dia berkedudukan paling jahat
dan keji. Keempat, seorang hamba yang tidak memperoleh rezeki harta maupun ilmu
pengetahuan dari Allah lalu dia berkata seandainya aku memiliki harta kekayaan
maka aku akan melakukan seperti layaknya orang-orang yang menghamburkan uang,
serampangan dan membabi-buta (kelompok yang ketiga), maka timbangan keduanya
sama. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
7. Seorang yang kurang amalan-amalannya maka Allah akan
menimpanya dengan kegelisahan dan kesedihan. (HR. Ahmad)
8. Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, yang
bagaimanakah orang yang baik itu?” Nabi Saw menjawab, “Yang panjang usianya dan
baik amal perbuatannya.” Dia bertanya lagi, “Dan yang bagaimana orang yang
paling buruk (jahat)?” Nabi Saw menjawab, “Adalah orang yang panjang usianya
dan jelek amal perbuatannya.” (HR. Ath-Thabrani dan Abu Na’im)
9. Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang
lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)
10. Jangan mengagumi amal perbuatan sampai ia
menyelesaikan yang terakhir. (HR. Ath-Thabrani dan Al Bazzar)
11. Lakukan apa yang mampu kamu amalkan. Sesungguhnya
Allah tidak jemu sehingga kamu sendiri jemu. (HR. Bukhari)
12. Amalkan semua yang diwajibkan (fardhu) Allah, niscaya
kamu menjadi orang yang paling bertakwa. (Ath-Thahawi)
Kezaliman
1. Jauhilah kezaliman, sesungguhnya kezaliman adalah
kegelapan pada hari kiamat. Jauhilah kekikiran, sesungguhnya kekikiran telah
membinasakan (umat-umat) sebelum kamu, mereka saling membunuh dan menghalalkan
apa-apa yang diharamkan. (HR. Bukhari)
2. Barangsiapa berjalan bersama seorang yang zalim untuk
membantunya dan dia mengetahui bahwa orang itu zalim maka dia telah ke luar
dari agama Islam. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
3. Do’anya seorang yang dizalimi terkabul meskipun dia
orang jahat dan kejahatannya menimpa dirinya sendiri. (HR. Ahmad)
4. Waspadalah terhadap do’a orang yang dizalimi.
Sesungguhnya antara dia dengan Allah tidak ada tabir penyekat. (HR. Mashabih
Assunnah)
5. Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menangguhkan azabnya
terhadap orang zalim dan bila mengazabnya tidak akan luput. Kemudian Rasulullah
membacakan doa dalam surat Hud ayat 102: “Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila
Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya
itu adalah sangat pedih lagi keras.” (HR. Muslim)
6. Allah Azza Wajalla berfirman (hadits Qudsi): “Dengan
keperkasaan dan keagunganKu, Aku akan membalas orang zalim dengan segera atau
dalam waktu yang akan datang. Aku akan membalas terhadap orang yang melihat
seorang yang dizalimi sedang dia mampu menolongnya tetapi tidak menolongnya.”
(HR. Ahmad)
7. Kebaikan yang paling cepat mendapat ganjaran ialah
kebajikan dan menyambung hubungan kekeluargaan, dan kejahatan yang paling cepat
mendapat hukuman ialah kezaliman dan pemutusan hubungan kekeluargaan. (HR. Ibnu
Majah)
8. Bila orang-orang melihat seorang yang zalim tapi
mereka tidak mencegahnya dikhawatirkan Allah akan menimpakan hukuman terhadap
mereka semua. (HR. Abu Dawud)
9. Barangsiapa menzalimi orang lain terhadap sejengkal
lahan maka kelak dia akan dililit dengan tujuh bumi. (HR. Bukhari dan Muslim)
Murah Hati – Boros – Kikir
1. Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik daripada
tangan yang di bawah (penerima). (HR. Bukhari)
2. Maafkanlah kesalahan orang yang murah hati (dermawan).
Sesungguhnya Allah menuntun tangannya jika dia terpeleset (jatuh). Seorang
pemurah hati dekat kepada Allah, dekat kepada manusia dan dekat kepada surga.
Seorang yang bodoh tapi murah hati (dermawan) lebih disukai Allah daripada
seorang alim (tekun beribadah) tapi kikir. (HR. Ath-Thabrani)
3. Barangsiapa melakukan pemborosan (royal dan tabdzir)
maka Allah akan mencegahnya dari perolehan (rezekiNya). (HR. Asysyihaab)
4. Tidak akan berkumpul dalam hati seorang hamba
kekikiran dan keimanan. (HR. Aththalayisi)
5. Jauhilah kekikiran. Sesungguhnya kekikiran itu telah
rnembinasakan (umat-umat) sebelum kamu. (HR. Muslim)
6. Kemurahan hati adalah dari (harta) kemurahan hati dan
pemberian Allah. Bermurah hatilah niscaya Allah bermurah hati kepadamu. (HR.
Ath-Thabrani)
Zuhud dan Tamak
1. Seorang sahabat datang kepada Nabi Saw dan bertanya,
“Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bila aku amalkan niscaya
aku akan dicintai Allah dan manusia.” Rasulullah Saw menjawab, “Hiduplah di
dunia dengan berzuhud (bersahaja) maka kamu akan dicintai Allah, dan jangan
tamak terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya kamu akan disenangi
manusia.” (HR. Ibnu Majah).
2. Telah sukses orang yang beriman dan memperoleh rezeki
yang kecil dan hatinya pun akan disenangkan Allah dengan pemberianNya itu. (HR.
Muslim)
Penjelasan:
Dia merasa senang dengan rezeki yang diberikan Allah
meskipun sedikit.
3. Ya Allah, langsungkan hidupku dalam kemiskinan dan
wafatkan aku dalam keadaan miskin, dan bangkitkan pula aku kembali dalam
kelompok orang-orang miskin. (HR. Bukhari)
4. Robbku menawarkan kepadaku untuk menjadikan lembah
Mekah seluruhnya emas. Aku menjawab, “Jangan ya Allah, aku ingin satu hari
kenyang dan satu hari lapar. Apabila aku lapar aku akan memohon dan ingat
kepada-Mu dan bila kenyang aku akan bertahmid dan bersyukur kepada-Mu.” (HR.
Ahmad dan Tirmidzi)
5. Cukup bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk
menegakkan tulang punggungnya. (HR. Ath-Thabrani)
6. Barangsiapa ridho dengan rezeki yang sedikit dari
Allah maka Allah akan ridho dengan amal yang sedikit dari dia, dan
menanti-nanti (mengharap-harap) kelapangan adalah suatu ibadah. (HR. Bukhari)
7. Kepuasan (rela dengan bagiannya) adalah pusaka yang
tidak bisa hilang. (HR. Al-Baihaqi)
8. Barangsiapa zuhud di dunia maka ringan baginya segala
musibah. (HR. Asysyihaab)
9. Dua orang pelahap yang tidak pernah kenyang yaitu
penuntut ilmu dan penuntut dunia. (HR. Al Bazzaar)
10. Ketamakan menghilangkan kebijaksanaan dari hati para
ulama. (HR. Ath-Thabrani)
11. Kekayaan bukan banyaknya harta-benda yang dimiliki
tetapi kekayaan jiwa. (HR. Bukhari)
Comments
Post a Comment