Akhlak (Kumpulan hadist)
KUMPULAN HADIST
TENTANG AKHLAK
1. "Paling dekat dengan aku
kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan
sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya". (HR.
Ar-Ridha)
2. Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya seorang Mukmin-karena kebaikan akhlaknya-menyamai derajat
orang yang biasa melakukan shaum dan menunaikan shalat malam." (HR Abu
Dawud)
3. Dari Abu Ad-Darda' radiyallahu 'anhu;
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَا
مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي المِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ، وَإِنَّ صَاحِبَ
حُسْنِ الخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ» [سنن الترمذي:
صحيح]
Tidak
ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat
daripada akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa
mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat. [Sunan Tirmidzi: Sahih]
4. Rasulullah SAW
bersabda,"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat
kedudukannya dengan majelisku pada Hari Kiamat nanti adalah orang yang paling
baik akhlaknya. Sebaliknya, orang yang aku benci dan paling jauh dari diriku
adalah orang yang terlalu banyak bicara (yang tidak bermanfaat, pen.) dan
sombong." HR at-Tirmidzi).
5. Baginda Rasulullah SAW menyebut
sejumlah keistimewaan akhlak mulia ini. Saat beliau ditanya tentang apa itu
kebajikan (al-birr), misalnya, beliau lansung menjawab, "Al-Birr husn
al-khulq (Kebajikan itu adalah akhlak mulia." (HR Muslim).
6. Beliau bahkan bersabda, "Tidak ada
sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang Mukmin pada Hari Kiamat
nanti selain akhlak mulia. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berbuat keji
dan berkata-keta keji." (HR at-Tirmidzi)
7. Rasulullah SAW pun menyebut Muslim yang
berakhlak mulia sebagai manusia terbaik. Beliau bersabda, "Sesungguhnya
yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya." (HR
al-Bukhari dan Muslim).
8. Dari Sahl bin Sa'ad radiyallahu 'anhu;
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إن
الله يحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها [المعجم الكبير للطبراني: صححه الألباني]
Sesungguhnya
Allah mencintai akhlak yang mulia dan membenci akhlak yang buruk. [Al-Mu'jam
Al-Kabiir: Sahih]
9. An-Nawwaas bin Sim'aan Al-Anshary radiyallahu
'anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam
tentang kebaikan dan keburukan, dan Rasulullah menjawab:
«الْبِرُّ
حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ
عَلَيْهِ النَّاسُ» [صحيح مسلم]
Kebaikan
adalah akhlak yang baik, dan keburukan adalah sesuatu yang mengganjal di dadamu
(hatimu), dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya. [Sahih Muslim]
10. Dari Abu Umamah radiyallahu 'anhu;
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«أَنَا
زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا،
وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ
فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ» [سنن أبي داود: حسن]
Saya
menjamin sebuah rumah tepi surga bagi orang meninggalkan debat sekalipun ia
benar, dan sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang tidak berbohong
sekalipun hanya bergurau, dan rumah di atas surga bagi orang yang mulia
akhlaknya. [Sunan Abi Daud: Hasan]
11. Dari Jabir bin Samurah radiyallahu 'anhu;
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"
إِنَّ أَحْسَنَ النَّاسِ إِسْلَامًا، أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا " [مسند أحمد: صحيح]
Sesungguhnya
orang yang paling baik keislamannya adalah yang paling baik akhlaknya. [Musnad
Ahmad: Sahih]
12. Dari Jabir radiyallahu 'anhu; Rasulullah
sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِنَّ
مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ
أَخْلَاقًا، وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ
القِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالمُتَشَدِّقُونَ وَالمُتَفَيْهِقُونَ» [سنن الترمذي:
صحيح]
Sesungguhnya
yang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat tempatnya dariku di
hari kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya, dan yang paling aku benci dari
kalian dan yan paling jauh tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang banyak
bicara, angkuh dalam berbicara, dan sombong. [Sunan Tirmidzi: Sahih]
13. Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu;
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
لن
تسعوا الناس بأموالكم ولكن يسعهم منكم بسط الوجه وحسن الخلق [مسند البزار: حسنه الألباني]
Kalian
tidak akan mempu memberi kepada semua orang dengan hartamu, akan tetapi kamu
bisa memberi kepada semua orang dengan senyuman dan akhlak mulia. [Musnad
Al-Bazzar: Hasan]
14. Dari Ibnu Mas'ud dan Aisyah radiyallahu
'anhuma; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam sering berdoa ...
"
اللهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِيْ، فَأَحْسِنْ خُلُقِيْ "
Ya
Allah .. Engkau telah memuliakan penciptaanku, maka muliakanlah
akhlakku.[Musnad Ahmad: Sahih]
15. Jabir bin Abdillah radiyallahu 'anhuma
berkata: Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam ketika memulai salat ia
bertakbir kemudian membaca ...
«إِنَّ
صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ
لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ
الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي
سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ»
"Sesungguhnya
salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Rabb semesta alam
tiada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan dan aku bagian dari
orang Islam, Ya Allah berilah aku amalan yang terbaik dan akhlak yang paling
mulia, tiada yang bisa memberi yang terbaik selain Engkau, dan lindungilah aku
dari amalan dan akhlak yang buruk, tidak ada yang bisa melindungiku dari hal
yang buruk selain Engkau". [Sunan An-Nasa'i: Sahih]
16. Ummu Salamah, isteri Nabi Saw bertanya,
"Ya Rasulullah, seorang wanita dari kami ada yang kawin dua, tiga dan
empat kali lalu dia wafat dan masuk surga bersama suami-suaminya juga. Siapakah
kelak yang akan menjadi suaminya di surga?" Nabi Saw menjawab, "Dia
disuruh memilih dan yang dia pilih adalah yang paling baik akhlaknya dengan berkata,
"Ya Robbku, orang ini ketika dalam negeri dunia paling baik akhlaknya
terhadapku. Kawinkanlah aku dengan dia. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik
membawa kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat." (HR. Ath-Thabrani)
17. "Kamu tidak bisa memperoleh simpati
semua orang dengan hartamu tetapi dengan wajah yang menarik (simpati) dan
dengan akhlak yang baik." (HR. Abu Ya'la dan Al-Baihaqi)
18. "Kebajikan itu ialah akhlak yang
baik dan dosa itu ialah sesuatu yang merisaukan dirimu dan kamu tidak senang
bila diketahui orang lain."(HR. Muslim)
19. Ya Rasulullah, terangkan tentang Islam
dan aku tidak perlu lagi bertanya-tanya kepada orang lain. Nabi Saw menjawab,
"Katakan: 'Aku beriman kepada Allah lalu bersikaplah lurus (jujur)'."
(HR. Muslim)
20. "Jauhilah segala yang haram niscaya
kamu menjadi orang yang paling beribadah. Relalah dengan pembagian (rezeki)
Allah kepadamu niscaya kamu menjadi orang paling kaya. Berperilakulah yang baik
kepada tetanggamu niscaya kamu termasuk orang mukmin. Cintailah orang lain pada
hal-hal yang kamu cintai bagi dirimu sendiri niscaya kamu tergolong muslim, dan
janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa itu
mematikan hati." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
21. "Di antara akhlak seorang mukmin
adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila
berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati.
(HR. Ad-Dailami)
22. "Tidak ada kemelaratan yang lebih
parah dari kebodohan dan tidak ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari
kesempurnaan akal. Tidak ada kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa
angkuh) dan tidak ada tolong-menolong yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak
ada kesempurnaan akal melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada
kedudukan yang lebih tinggi dari akhlak yang luhur. Tidak ada wara' yang lebih
baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri), dan tidak ada
ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman
yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar. (HR. Ibnu Majah dan
Ath-Thabrani)
23. "Menghemat dalam nafkah separo
pendapatan (belanja), dan mengasihi serta menyayangi orang lain adalah separo
akal, sedangkan bertanya dengan baik adalah separo ilmu. (HR. Ath-Thabrani)
24. "Kemuliaan orang adalah agamanya,
harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya
adalah akhlaknya." (HR. Ahmad dan Al Hakim)
25. "Kebijaksanaan adalah tongkat yang
hilang bagi seorang mukmin. Dia harus mengambilnya dari siapa saja yang
didengarnya, tidak peduli dari sumber mana datangnya." (HR. Ibnu Hibban)
Artinya kita jangan melihat siapa yang memberi nasehat tapi apa isi nasehatnya.
Yakinlah bahwa segala kebenaran itu datangnya dari Allah SWT, dan segala
sesuatu hanya sebagai perantara.
26. "Kalau kamu sudah tidak punya malu
lagi (tidak punya akhlaq), lakukanlah apa yang kamu kehendaki." (HR.
Bukhari)
27. "Tidak ada sesuatu yang ditelan
seorang hamba yang lebih afdhol di sisi Allah daripada menelan (menahan) amarah
yang ditelannya karena keridhoan Allah Ta'ala." (HR. Ahmad)
28. Seorang sahabat berkata kepada Nabi Saw,
"Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku." Nabi Saw berpesan,
"Jangan suka marah (emosi)." Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan
Nabi Saw tetap berulang kali berpesan, "Jangan suka marah." (HR.
Bukhari)
29. " Barangsiapa banyak diam maka dia
akan selamat. (HR. Ahmad)
30. "Hati-hatilah terhadap prasangka.
Sesungguhnya prasangka adalah pembicaraan paling dusta. (HR. Bukhari)
31. "Bukan akhlak seorang mukmin
berbicara dengan lidah yang tidak sesuai kandungan hatinya. Ketenangan (sabar
dan berhati-hati) adalah dari Allah dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari
setan. (HR. Asysyihaab)
32. "Seorang yang baik keislamannya
ialah yang meninggalkan apa-apa yang tidak berkepentingan dengannya. (HR.
Tirmidzi)
33. "Dekatkan dirimu kepada-Ku (Allah)
dengan mendekatkan dirimu kepada kaum lemah dan berbuatlah ihsan kepada mereka.
Sesungguhnya kamu memperoleh rezeki dan pertolongan karena dukungan dan bantuan
kaum lemah di kalangan kamu." (HR. Muslim)
34. "Barangsiapa rendah hati kepada
saudaranya semuslim maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan barangsiapa
mengangkat diri terhadapnya maka Allah akan merendahkannya." (HR.
Ath-Thabrani)
35. "Allah mewahyukan kepadaku agar kamu
berprilaku rendah hati agar tidak ada orang yang menzalimi orang lain atau
menyombongkan dirinya terhadap orang lain. (HR. Ahmad)
36. "Sifat malu adalah dari iman dan
keimanan itu di surga, sedangkan perkataan busuk adalah kebengisan tabi'at dan
kebengisan tabi'at di neraka. (HR. Bukhari dan Tirmidzi)
37. "Sesungguhnya cemburu (yakni cemburu
yang wajar dan masuk akal adalah bagian) dari keimanan. (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Babawih)
38. "Kebajikan ialah akhlak yang baik
dan dosa ialah sesuatu yang mengganjal dalam dadamu dan kamu tidak suka bila
diketahui orang lain. (HR. Muslim)
39. "Mintalah fatwa (keterangan hukum)
kepada hati dan jiwamu. Kebajikan ialah apa yang menyebabkan jiwa dan hati
tentram kepadanya, sedangkan dosa ialah apa yang merisaukan jiwa dan
menyebabkan ganjalan dalam dada walaupun orang-orang meminta atau memberi fatwa
kepadamu. (HR. Muslim)
40. "Orang yang membawa (mengangkut)
sendiri barang dagangannya maka dia terbebas dari kesombongan. (HR.
Al-Baihaqi).
41. "Orang yang mengharamkan kelemah
lembutan, maka akan diharamkan baginya segala kebaikan." [HR. Muslim]
42. اللهم من ولي من أمر أمتي شيئا فشق عليهم فاشقق
عليه، ومن ولي من أمر أمتي شيئا فرفق بهم فارفق به
Artinya:
"Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku, kemudian ia memberatkan
mereka, maka beratkanlah ia. Dan siapa saja yang mengurus urusan umatku,
kemudian ia bersikap lemah lembut kepada mereka, maka lemah lembutlah Engkau
kepadanya." [HR. Muslim]
43. "Di antara tanda-tanda kesengsaraan
adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia
serta orang yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa. "(HR. Al Hakim)
44. Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut?
Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih mengetahui." Nabi
Saw lalu berkata, " Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah
(orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan
zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang dan menuduh orang itu berbuat zina.
Dia pernah memakan harta orang itu, lalu dia menanti orang ini menuntut dan
mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya.
Bila pahala- pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya
maka dosa orang- orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia
dihempaskan ke api neraka." (HR. Muslim)
45. "Kelak akan menimpa umatku penyakit
umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam
memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan
dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling
bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan
kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)
46. "Janganlah engkau menyepelekan
kebaikan sedikitpun meski sekadar menuangkan air dari ember timbamu ke bejana
orang yang meminta air, dan meski sekadar berbicara dengan saudaramu dengan
wajah yang berseri-seri." [HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan an-Nasa'i]
47. Rasulullah saw bersabda,
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia
berkata baik atau diam." [Hadits riwayat Mutafaq 'alaih]
48. Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan
kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar. (HR. Al Hakim)
49. Sabar adalah separo iman dan keyakinan
adalah seluruh keimanan. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
50. Ada tiga hal yang termasuk pusaka
kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan
sodaqoh (yang kita keluarkan). (HR. Ath-Thabrani)
51. Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan
dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar.
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
52. Senyummu ke wajah saudaramu adalah
sodaqoh. (Mashabih Assunnah)
53. Menyendiri lebih baik daripada berkawan
dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang sholeh lebih baik daripada
menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam dan
berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk. (HR. Al
Hakim)
54. Seorang mukmin yang bergaul dan sabar
terhadap gangguan orang, lebih besar pahalanya dari yang tidak bergaul dengan
manusia dan tidak sabar dalam menghadapi gangguan mereka. (HR. Ahmad dan
Tirmidzi)
55. Amal perbuatan yang paling disukai Allah
sesudah yang fardhu (wajib) ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati
(menghibur hati) seorang muslim. (HR. Ath-Thabrani)
56. Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin
lainnya. Apabila melihat aib padanya dia segera memperbaikinya. (HR. Bukhari)
57. Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik,
yaitu berzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, saling
menyadarkan (menasihati) satu sama lain, dan menyantuni saudara-saudaranya
(yang memerlukan). (HR. Ad-Dailami)
58. Jibril Alaihissalam yang aku cintai
menyuruhku agar selalu bersikap lunak (toleran dan mengalah) terhadap orang
lain. (HR. Ar-Rabii')
59. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim
lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita)
dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya). (HR. Muslim)
60. Rasulullah Saw melarang mendatangi
undangan orang-orang fasik. (HR. Ath-Thabrani)
61. Janganlah kamu duduk-duduk di tepian
jalan. Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, kami memerlukan duduk-duduk
untuk berbincang-bincang." Rasulullah kemudian berkata, "Kalau memang
harus duduk-duduk maka berilah jalanan haknya." Mereka bertanya, "Apa
haknya jalanan itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Memalingkan
pandangan (bila wanita lewat), menghindari gangguan, menjawab ucapan salam
(dari orang yang lewat), dan beramar ma'ruf nahi mungkar." (Mutafaq'alaih)
62. Termasuk sunnah bila kamu menghantar
pulang tamu sampai ke pintu rumahmu. (HR. Al-Baihaqi)
63. Rasulullah Saw menerima pemberian hadiah
dan mendoakan ganjaran atas pemberian hadiah tersebut. (HR. Bukhari)
64. Jangan menolak hadiah dan jangan memukul
kaum muslimin. (HR. Ahmad)
65. Hendaknya kamu saling memberi hadiah.
Sesungguhnya pemberian hadiah itu dapat melenyapkan kedengkian. (HR. Tirmidzi
dan dan Ahmad)
66. Seorang pemuda yang menghormati orang
tua karena memandang usianya yang lanjut maka Allah mentakdirkan baginya pada
usia lanjut orang akan menghormatinya. (HR. Tirmidzi)
67. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari
akhir hendaklah menghormati tamunya. Kewajiban menjamu tamu hanya satu hari
satu malam. Masa bertamu adalah tiga hari dan sesudah itu termasuk sedekah.
Tidak halal bagi si tamu tinggal lebih lama sehingga menyulitkan tuan rumah.
(HR. Al-Baihaqi)
68. Barangsiapa menerima kebaikan
(pemberian) dari kawannya (saudaranya) tanpa diminta hendaklah diterima dan
jangan dikembalikan. Sesungguhnya itu adalah rezeki yang disalurkan Allah
untuknya. (HR. Al Hakim)
69. Barangsiapa membela (nama baik dan
kehormatan) saudaranya tanpa kehadirannya maka Allah akan membelanya di dunia
dan di akhirat. (HR. Al-Baihaqi
70. Apabila kawan muslim seseorang digunjing
dan dia tidak menyanggah (membelanya) padahal sebenarnya dia mampu membelanya
maka Allah akan merendahkannya di dunia dan di akhirat. (HR. Al Baghowi dan
Ibnu Babawih)
71. Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Bila
saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal timbul
perselisihan. (HR. Muslim)
72. Tiada beriman seorang dari kamu sehingga
dia mencintai segala sesuatu bagi saudaranya sebagaimana yang dia cintai bagi
dirinya. (HR. Bukhari)
73. Hubungilah orang yang memutus hubungannya
dengan kamu dan berilah (sesuatu) kepada orang yang enggan memberimu. Hindarkan
dirimu dari orang yang menzalimi kamu (Artinya, jangan menghiraukan orang yang
menzalimi kamu). (HR. Ahmad)
74. Belalah (tolonglah) kawanmu baik dia
zalim maupun dizalimi. Apabila dia zalim, cegahlah dia dari perbuatannya dan
bila dia dizalimi upayakanlah agar dia dimenangkan (dibela). (HR. Bukhari)
75. Barangsiapa tidak memperhatikan
(mempedulikan) urusan kaum muslimin maka dia bukan termasuk dari mereka. (HR.
Abu Dawud)
76. Jangan menunjukkan kegembiraan atas
penderitaan saudaramu, niscaya Allah akan menyelamatkannya dan akan menimpakan
(musibah) kepadamu. (HR. Aththusi dan Tirmidzi)
77. Apabila kamu memukul, hindarilah wajah.
(HR. Mashabih Assunnah)
78. Wahai segenap manusia, sesungguhnya
Robbmu satu dan bapakmu satu. Tidak ada kelebihan bagi seorang Arab atas orang
Ajam (bukan Arab) dan bagi seorang yang bukan Arab atas orang Arab dan yang
(berkulit) merah atas yang hitam dan yang hitam atas yang merah, kecuali dengan
ketakwaannya. Apakah aku sudah menyampaikan hal ini? (HR. Ahmad)
79. Tidak boleh ada gangguan (akibat yang
merugikan dan menyedihkan) dan tidak boleh ada paksaan. (HR. Malik)
80. Cukup jahat orang yang menghina
saudaranya. (HR. Muslim)
81. Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi
(memutuskan hubungan) dengan saudaranya melebihi tiga malam. Hendaklah mereka
bertemu untuk berdialog mengemukakan isi hati dan yang terbaik ialah yang
pertama memberi salam (menyapa). (HR. Bukhari)
82. Barangsiapa meniru-niru tingkah laku
suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
83. Tidak akan masuk surga orang yang suka
mencuri berita (suka mendengar-dengar berita rahasia orang lain). (HR. Bukhari)
84. Perumpamaan orang-orang yang beriman di
dalam saling cinta kasih dan belas kasih seperti satu tubuh. Apabila kepala
mengeluh (pusing) maka seluruh tubuh tidak bisa tidur dan demam. (HR. Muslim)
85. Kawan pendamping yang sholeh ibarat
penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium
keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi.
Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya. (HR. Bukhari)
86. Tiada beriman orang yang tidak memegang
amanat dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji. (HR.
Ad-Dailami)
87. Tunaikanlah amanat terhadap orang yang
mengamanatimu dan janganlah berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu. (HR.
Ahmad dan Abu Dawud)
88. Orang yang diajak bermusyawarah (dimintai
pendapat) adalah orang yang bisa memegang amanat (jujur, ikhlas dan dapat
menyimpan rahasia). (HR. Ath-Thabrani)
89. Aku menjenguk ke surga dan aku melihat
kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka
dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. (HR. Bukhari dan
Muslim) yang dimaksud hadits ini adalah fakir miskin yang sabar dan bersyukur
dan kebanyakan wanita masuk neraka adalah karena banyak mengeluh kepada suami
dan tak mau bersyukur.
90. Sesungguhnya agama ini mudah dan tiada
seorang yang mempersulit agama, kecuali pasti dikalahkannya (menemui
kesulitan). Bertindaklah tepat, lakukan pendekatan, sebarkan berita gembira, permudahlah
dan gunakan siang dan malam hari serta sedikit waktu fajar sebagai penolongmu.
(HR. Bukhari)
91. Tiada lurus iman seorang hamba sehingga
lurus hatinya, dan tiada lurus hatinya sehingga lurus lidahnya. (HR. Ahmad)
92. Sebaik-baik umatku adalah apabila pergi
(musafir) dia berbuka puasa dan shalat Qashar, dan jika berbuat kebaikan merasa
gembira, tetapi apabila melakukan keburukan dia beristighfar. Dan seburuk-buruk
umatku adalah yang dilahirkan dalam kenikmatan dan dibesarkan dengannya, makanannya
sebaik-baik makanan, dia mengenakan pakaian mewah-mewah dan bila berkata tidak
benar (tidak jujur). (HR. Ath-Thabrani)
93. Allah Azza wajalla mewajibkan tujuh hak
kepada seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, yaitu: (1) melihat saudara
seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan matanya; (2) mencintainya di dalam
hatinya; (3) menyantuninya dengan hartanya; (4) tidak menggunjingnya atau
mendengar penggunjingan terhadap kawannya; (5) menjenguknya bila sakit; (6)
melayat jenazahnya; (7) dan tidak menyebut kecuali kebaikannya sesudah ia
wafat. (HR. Ibnu Baabawih)
94. Sebaik-baik kamu ialah yang diharapkan
kebaikannya dan aman dari kejahatannya, dan seburuk-buruk kamu ialah yang tidak
diharapkan kebaikannya dan tidak aman dari kejahatannya. (HR. Tirmidzi dan Abu
Ya'la)
95. Aku mengagumi seorang mukmin. Bila
memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia
memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal
walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya. (HR. Ahmad
dan Abu Dawud)
96. Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan
lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan
..(HR. Muslim)
97. Seorang mukmin bukanlah pengumpat dan
yang suka mengutuk, yang keji dan yang ucapannya kotor. (HR. Bukhari)
98. Penghuni neraka ialah orang yang buruk
perilaku dan akhlaknya dan orang yang berjalan dengan sombong, sombong terhadap
orang lain, menumpuk harta kekayaan dan bersifat kikir. Adapun penghuni surga
ialah rakyat yang lemah, yang selalu dikalahkan. (HR. Al Hakim dan Ahmad)
99. Rasulullah Saw melarang orang makan atau
minum sambil berdiri. (HR. Muslim)
100. Seorang sahabat bertanya, "Ya
Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi
Allah." Nabi Saw lalu bersabda: "Perbanyaklah mengingat kematian maka
kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya
bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya
kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani)
101. Barangsiapa ingin agar do'anya terkabul dan
kesulitan-kesulitannya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam
kesempitan. (HR. Ahmad)
Comments
Post a Comment