Ar Rahman
Keutamaan Surat Ar
Rahman
Keutamaan Membaca Surat Ar Rahman yang Luar Biasa
Surat Ar Rahman dikenal dengan nama Arus Al Quran, yang secara
harfiyah berarti pengantin Al Quran. Imam Baihaqi meriwayatkan
bahwa Nabi Muhammad bersabda :
“Segala sesuatu memiliki pengantin, dan pengantinnya Al
Quran adalah Ar Rahman.” , penamaan itu karena indahnya surah ini dan
karena didalamnya terdapat sekian kali pengulangan ayat fabi ayyi
aalaa’i Rabbikuma Tukadziban, yang diibaratkan dengan aneka hiasan yang
dipakai oleh pengantin.
Ar Rahman sendiri adalah Nama Allah yang berarti “Maha
Pemberi nikmat dunia dan akhirat.”. begitu Rahmannya Allah sampai Allah
mengkhususkan Ar Rahman dalam satu surat yang indah.
Pengingat untuk manusia akan banyaknya nikmat Allah yang
terlupa. Tema dalam surat ini adalah uraian tentang nikmat Allah yang bermula
dari Nikmat terbesar yaitu Al Quran. Thabathaba’i berpendapat bahwa surah ini
mengandung isyarat tentang ciptaan Allah dengan sekian banyak bagian-bagiannya
di langit dan di Bumi, darat dan laut, manusia dan jin, di mana Allah mengatur
semua itu dalam satu pengaturan yang bermanfaat bagi manusia dan jin.
Bermanfaat pula untuk hidup mereka di dunia dan akhirat.
Keutamaan Ar Rahman diantara:
·
Mengingatkan kita untuk memperbanyak memuji
Allah
Kata “Ar Rahman” sendiri telah
membantu kita memuji Allah dengan makna bahwa Allah Maha Pemurah. Apalagi jika
membaca Ar Rahman dengan sepenuh hati berserah diri kepada Allah. Betapa banyak
keutamaan yang akan kita dapat.
·
Mengingatkan bahwa Allah memiliki sifat Ar
Rahman
Isi surat Ar Rahman adalah
penjabaran segala nikmat Allah yang sangat banyak. Pun menjelaskan bahwa Allah
Ar Rahman. Sehingga mengingatkan kita untuk bersifat kasih sayang pula terhadap
Allah dan terhadap sesama makhluk. (baca : sifat-sifat
Allah dan asmaul husna)
·
Mengingatkan kita untuk tidak mengkufuri
nikmat
Telah dijelaskan bahwa ayat Ar
Rahman menjabarkan banyak nikmat. Diantaranya ayat ke 3 “telah menciptakan
manusia”. jika kita membaca dengan sepenuh hati, kita tidak akan lagi
mengkufuri nikmat karena hidup kita adalah berkat Allah. Kita adalah ciptaan Allah
yang segala dalam hidup adalah diberi oleh-Nya.
Mengingatkan bahwa
ada makhluk lain selain manusia yang beribadah pada Allah
Yaitu Jin yang juga memiliki nabi
dan Rasul Yaitu Rasulullah Muhammad SAW sebagai Rasul. Bahwa ciptaan Allah
tidak hanya terbatas pada sesuatu yang tampak. Kerajaan Jin dan alam-alam yang
tidak tampak pun Allah lah yang menciptakan.
Jabir berkata: Nabi Muhammad
keluar menemui para sahabatnya, lalu beliau membacakan kepada mereka surah Ar
Rahman dari awal hingga akhirsurah, dan mereka semua terdiam. Beliau berkata:
“aku telah membacakannya kepada Jin pada malam berkumpulnya mereka, dan mereka
meresponnya dengan jawaban yang lebih baik dibandingkan kalian semua. Saat aku
sampai pada ayat fabi ayyi aalaa’i Rabbikuma Tukadziban(maka nikmat
Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)mereka berkata kami tidak
mendustakan apapun dari kenikmatan yang Engkau berikan, bagi Mu segala Puji.” (H.R.
Tirmidzi)
Dalam hadits ini Nabi Muhammad
mengajarkan kepada sahabatnya bagaimana caranya memikirkan dan merenungkan Al
Quran; ketika mereka mendengar suatu ayat didalamnya mengandung pertanyaan. Al
Thibbi berkata diamnya sahabat yang mendengar bacaan Nabi sama dengan jawaban
yang baik. Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Ibnu Al Malik yang berkata
diamnya mereka kedudukannya sama dengan pengakuan mereka bahwa dari bangsa jin
dan manusia ada yang mendustakan ayat-ayat Allah. Namun, dari bangsa jin
menyangkal adanya pendustaan mereka terhadap Allah.
5. Mengingatkan bahwa manusia
adalah pelupa
Pengulangan ayat “fabiayyi
aalaa’i Robbikuma tukadziban” adalah untuk mengingatkan bahwa manusia
adalah pelupa. Ayat tersebut adalah kalimat tanya yang menuntut jawaban manusia
yang mengingat ketika membaca ayat itu.
6. Diridhoi oleh Allah atas
nikmat apa saja yang diberikan pada kita
Dalam tafsir Ats Tsaqolayn,
Rasulullah SAW bersabda: “barang siapa membaca surat Ar Rahman, Allah akan
menyayangi kelemahannya dan meridhoi nikmat yang dikaruniakan kepadanya.” Hadits
tersebut semakin menguatkan keutamaan surat Ar Rahman.
7. Matinya orang yang membaca
Ar Rahman seperti Syahid
Dalam Tsawabul A’mal, dijelaskan
bahwa Rasulullah pernah bersabda: “barang siapa membaca Ar Rahman, dan
ketika membaca kalimat fabiayyi aala’i Robbikuma tukadzibaan kemudian
jika dia mengucapkan: tidak ada satupun nikmatMu dari Tuhanku yang aku
dustakan, maka jika membacanya di malam hari kemudian mati, maka
matinya seperti mati syahid, jika membacanya di siang hari kemudian ia mati,
maka matinya seperti mati syahid.” (diriwayatkan oleh Imam Ja’far)
Hadits diatas sangat jelas sekali
bahwa Ar Rahman membuat pembacanya mati seolah syahid. Hasits tersebut juga
mengingatkan kita untuk membaca Ar Rahman dalam dua waktu, yaitu siang dan
malam.
8. Mendapat Syafaat di hari
kiamat
Rasulullah bersabda: “jangan
tinggalkan membaca surat Ar Rahman, bangunlah malam bersamanya, surat ini tidak
menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhan bersamanya(Ar
Rahman) pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling
indah dan baunya paling harum, pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang
berdiri dihadapan Allah yang paling dekat denganNya selainnya. Pada saat itu
Allah berfirman: soapakah orang di dunia yang sering bangun malam dan tekun
membacamu? Dia menjawab: Ya Robbi, Fulan bin Fulan, lalu wajah mereka menjdi
putih. Dan ia berkata kepada mereka: berilah syafaat bagi orang-orang yang
mencintai kalian. Kemudian ia memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak
ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat
mereka. Lalau ia berkata kepada mereka: masuklah kalian ke surga, dan
tinggallah didalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.”
Demikian keutamaan ar Rahman dan
banyak keutamaan yang akan kita dapatkan jika membacanya siang dan malam. Wallahu
A’lam.
Comments
Post a Comment