005 Al Maa'idah
Surat Al
Maa'idah terdiri dari 120 ayat; termasuk golongan surat Madaniyyah. Sekalipun
ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi
Muhammad s.a.w. hijrah ke Medinah, yaitu di waktu haji wadaa'. Surat ini
dinamakan Al Maa'idah (hidangan) karena memuat kisah pengikut-pengikut setia
Nabi Isa a.s. meminta kepada Nabi Isa a.s. agar Allah menurunkan untuk mereka
Al Maa'idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112). Dan dinamakan Al Uqud
(perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, dimana
Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan
perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya. Dinamakan juga Al Munqidz
(yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi Isa
a.s. penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.
Pokok-pokok isinya.
1. Keimanan:
Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi
Isa a.s.
2. Hukum-hukum:
Keharusan memenuhi perjanjian; hukum melanggar syi'ar
Allah; makanan yang dihalalkan dan diharamkan; hukum mengawini ahli kitab;
wudhu'; tayammum; mandi; hukum membunuh orang; hukum mengacau dan mengganggu
keamanan; hukum qishaas; hukum melanggar sumpah dan kafaaratnya; hukum binatang
waktu ihram; hukum persaksian dalam berwasiat.
3. Kisah-kisah:
Kisah-kisah Nabi Musa a.s. menyuruh kaumnya memasuki
Palestina; kisah Habil dan Qabil, kisah-kisah tentang Nabi Isa a.s.
4. Dan lain-lain:
Keharusan bersifat lemah lembut terhadap sesama mukmin
bersikap keras terhadap orang-orang kafir; penyempurnaan Agama Islam di zaman
Nabi Muhammad s.a.w.; keharusan jujur dan berlaku adil; sikap dalam menghadapi
berita-berita bohong; akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim;
kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi, kewajiban rasul hanya menyampaikan
agama; sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam; Ka'bah sokoguru kehidupan
manusia; peringatan Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab jahiliyah;
larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan
dalam agama.
Comments
Post a Comment